Pages

SOCL 2nd ^^~~

          

            Tanggal 16 July 2012 mungkin tanggal yang tidak akan pernah terlupakan bagiku. Ya, hari pertama aku di kelas 11. Kelas baru, materi baru, ambisi baru, dan yang lebih membuat aku was-was teman-teman dan lingkungan yang cukup baru. Kenapa bisa aku bilang was-was? Karena memang banyak teman-teman baru di sana. Oke, mungkin untuk sekedar say hello di waktu kelas 10, kenalan memang banyak. Tapi yang benar-benar dekat? Hanya  bisa dihitung dengan jari.

Satu tahun di sekolah tentunya kamu sering mendengar berbagai rumor ini itu tentang orang-orang tertentu. Sesungguhnya, kabar-kabar burung tersebutlah yang membuat aku lebih was-was. Tidak bisa dipungkiri, ketika kamu tidak terlalu tau orang tersebut, dan mendengar berbagai berita tentang orang itu jawaban yang paling banyak diucapkan ialah ‘oh’. Mau benar atau salah, kamu menyimpan semua berita tersebut dalam memori otakmu. Kamu berusaha untuk tidak menghakiminya, walaupun sebenernya jauuuuuuuuuuh di dalaaam kamu sedikit mempercayainya. hahahaha. Aneh memang.
Ketika hari pertama benar-benar datang, semua terasa awkward bagiku. Terlebih aku termasuk dalam tipe introvert yang tidak semudah itu bisa dekat dengan orang baru. Bagiku butuh beberapa bulan untuk benar-benar nyaman dengan lingkungan baruku. Karena beberap bulan itu biasanya aku habiskan dengan banyak mengamati teman-teman baru. Di kamusku kamu tidak akan bisa bergaul dengan baik jika kamu sendiri tidak mengetahui dengan baik juga orang tersebut. Setidaknya kamu harus mengetahui kesukaannya, hal yang dibenci, tipe-tipe orang seperti bagaimanakah dia itu, dan keluarga. Dan ketika bulan-bulan telah berlalu aku menemukan hal yang menarik di kelasku ini. Emm, bisa dibilang kelas ini seperti replika Indonesia. Terdiri dari berbagai tipe macam orang, dari latar belakang yang berbeda, dan kamu tidak akan pernah bisa menebak mereka dengan sekali lihat atau tatap. Tidak akan pernah bisa.
Mau mencoba mengejudge kelas ini dengan hanya sekali lihat? Aku yakin, banyak fakta yang justru lebih mengagetkan. Sejak aku mengenal SOCL, pandanganku menjadi berubah. Aku tidak semudah dulu lagi termakan dengan omongan-omongan tidak jelas. Wajah sengak bukan berarti orang tersebut memang sengak. Suka teriak-teriak gak jelas bukan berarti mereka sebrawokan atau sekasar itu, justru mereka masuk dalam orang-orang yang paling peka hatinya tapi berusaha menutupi itu semua dengan cara tersebut. Orang paling keliatan dewasa, kalem, ataupun pendiam ada sisi tertentu yang tidak pernah disangka sebelumnya. Ya, karena sesungguhnya yang mengetahui bagaimana sebenarnya diri kamu itu ya kamu sendiri. Dan kamu sendiri jugalah yang menentukan akan bersikap bagaimana di khalayak umum, untuk mendapatkan penilaian orang lain.
Ketika bulan demi bulan telah terlewati dengan cepatnya aku mulai nyaman dengan kelas ini. Tidak pernah ada hari yang terlewatkan tanpa canda dan tawa. Setidaknya aku tidak perlu suntik botox untuk tetap terlihat awet muda. Toh banyolan-banyolan mereka sudah seperti candu yang memiliki efek seperti botox. Ya candu yang membuatku benar-benar merasakan hidup itu sebenarnya mudah ketika kamu tidak mempersulitnya sendiri, dan juga candu yang terkadang membawa kami ke permasalahan baru. Mungkin hal yang harus kami perhatikan untuk mengontrol candu tersebut ialah dengan lebih peka dengan situasi dan keadaan. Karena candu kami berbeda dengan orang di luar sana, karena candu kami belum tentu bisa diterima jika dibawa keluar dan karena candu kami memang spesial  :) 


0 comments:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Copyright © / SOCL2ndGeneration

Template by : Urang-kurai / powered by :blogger