Pages

HUMMING



Pujian kepada Ombak
Menderulah wahai badai,
Mengamuklah wahai samudra,
Menangislah wahai putri-putri alam,
Sebab ibumu telah dilukainya,


Ia yang dikikis oleh kedengkian dan iri hati,
Ia yang ditusuk dengan pedang kedukaan oleh pengkhianatan…
Bahkan mereka, yang setegar batu karang sekalipun,
Tak akan sanggup menahan derita ibu pertiwi,
Di tanahnya yang suci,
Dari sekian ribu anak-anak yang dilahirkan dan diberinya kehidupan,
Hanya ombaklah yang senantiasa setia,
Sebab daripadanyalah ia menjadi teguh
Dan ketika ia tengah bersusah hati,
Hanya ombaklah yang mengiburnya,
Dengan sentuhan-sentuhan lembut yang menghanyutkan,
Dengan semangat yang dibawanya menggulung diatas lautan itu sendiri,
Bahagialah ibu pertiwi yang melihatnya,
Sebab agunglah ia ketika datang dengan kemegahannya,
Putra yang dikasihinya,
Telah tahu membalas budi,
Ketika ia dilahirkan di lautan
Ketika ia dimusuhi dan di cemooh,
Bahkan ketika ia dianggap membawa kehancuran,
Hanya kelembutan hatinyalah yang menyelamatkan,
Sebab dari buih-buihnya lahir sukacita,
Dan dari terjangannya lahirlah ketegaran  yang mampu mengikis batu karang,



Roh sang putri yang berkelana, melayang, menembus ribuan rintangan yang menghadang. Ialah putri yang setia. Berkelana  demi mencari cinta sejati yang tak hilang namun tak tampak dan tidak terasa. Karena getarnya yang  begitu jauh…

Roh…

Yang berkelana di dunia fana. Hingga bintang pun tak tahu,
Kemana lagi ia harus membawa serta keraguan dan kebimbangannya?
Keresahannya sebagai sebentuk roh yang tak berwujud?
Kegelisahan akan hilangnya cinta itu?
Atau ketakutannya kepada yang memiliki bentuk dan menguasai tubuhnya sendiri hanya dengan sebuah pikiran, yang bisa membantu-menolong- dan atau memusnahkannya?
Emosi-emosi yang juga menguasai mereka,
Keinginan dan hasrat yang begitu mengerikan,
Kemanakah lagi, ia harus membawa serta kesedihannya?
segala kegundahan yang ia rasakan, kini berubah menjadi sebentuk kesedihan yang menguasai roh itu dan yang tidak berwujud itu kini tengah membawa  serta sepi bersamanya…

Energi negatif-bagian dari yang hilang pada terang itu sendiri,

Bayangan yang “ada”

Oh sang putri… 
Wahai roh yang mengelana…

by : Litani

0 comments:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Copyright © / SOCL2ndGeneration

Template by : Urang-kurai / powered by :blogger